Bit On Soccer

Kamis, 17 Mei 2012

Ayam Betina Yg Lemah


Seekor ayam betina keluar dari kandangnya, ia pergi mencari makan tuk menghilangkan rasa lapar. Di perjalanan, ia singgah di rumah yang besar, di halaman ia bertemu dengan seekor anjing penjaga rumah.
 “Sepertinya kau sangat di butuhkan oleh majikanmu, tuk menjaga rumahnya yang besar dari orang2 jahat di luar, apakah aku bisa melakukan tugasmu, “ tanya ayam kepada anjing tersebut.
 “Kau takkan bisa melakukan tugasku karena kau hanyalah ayam betina yang lemah,” jawab sang anjing.

Ayam pergi meninggalkan anjing yang meremehkannya, dan melanjutkan perjalanannya mencari makan di tempat lain. Tiba di persawahan, ia bertemu dengan seekor kerbau yang sedang membajak sawah majikannya.
 “Kau tampak kuat, dapat membajak sawah majikanmu seharian, pasti kau sangat di butuhkan oleh majikanmu, menurutmu, apakah aku bisa melakukan tugasmu?” tanya sang ayam.
“Kau takkan bisa melakukan tugasku karena kau hanyalah ayam betina yang lemah,” jawab sang kerbau.

Ayam pergi meninggalkan kerbau yang meremehkannya juga seperti anjing. Ia tetap melanjutkan perjalanannya mencari makan di tempat lain. Tibalah sang ayam di keramaian pasar, di tengah pasar ia menemukan delman yang di tarik oleh kuda. Kembali sang ayam bertanya pada sang kuda.
“Kau sangat kuat dapat menarik delman itu dengan majikanmu dan orang2 di dalamnya, kau pasti sangat di butuhkan oleh majikanmu, dan kau pasti sangat penting dalam kehidupannya, ingin sekali aku melakukan tugasmu itu,” pita sang ayam kepada kuda.
 “Kau takkan mungkin bisa melakukan tugasku, karena kau hanyalah seekor ayam betina yang lemah,” jawab sang kuda.

Lagi-lagi ayam mendapat jawaban yang sama, semua meremehkannya, dan mengatakan ia lemah. Ia pulang dengan hati yang kecewa. Sampai di rumah majikannya, ia langsung masuk kekandangnya untuk beristirahat. Esok paginya sang majikan datang kekandang ayamnya, ia menemukan telur dari ayamnya tersebut. Ia mengambil telur tersebut sambil berkata.
 “Kau memang ayamku yang baik, meski kau tak sekuat binatang yang lainnya,” puji sang majikan.


(Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting jadi orang baik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar